Kertas struk thermal memang praktis dan efisien untuk mencetak bukti transaksi. Tapi banyak pengguna mengeluhkan tulisannya cepat memudar, bahkan hilang total setelah beberapa minggu. Ini tentu menyulitkan, apalagi jika struk dibutuhkan untuk retur barang, klaim garansi, atau pencatatan pajak. Pemudaran ini bukan semata karena “kertasnya jelek”. Ada banyak faktor lingkungan dan perlakuan yang bisa mempercepat kerusakan cetakan thermal. Berikut ini penjelasan lengkap mengenai penyebab kertas struk thermal memudar, agar Anda bisa menghindarinya dan menjaga struk tetap terbaca lebih lama.

1. Paparan Suhu Panas dan Sinar Matahari

Kertas thermal bekerja dengan cara memunculkan tulisan lewat reaksi panas pada lapisan kimianya. Tapi reaksi ini bisa terus berlanjut jika kertas terpapar suhu tinggi atau cahaya matahari langsung.

Contohnya:

  • Menyimpan struk di dashboard mobil saat siang hari.
  • Meletakkannya dekat dengan sumber panas seperti kompor, oven, atau laptop.

Akibatnya, tulisan bisa memudar atau bahkan berubah warna jadi hitam seluruhnya.

Tips: Simpan struk di tempat yang sejuk dan jauh dari cahaya langsung.

Infografis - Penyebab Kertas Struk Memudar

2. Kontak dengan Bahan Kimia: Minyak, Alkohol, dan Cairan Pembersih

Tangan berminyak, hand sanitizer, parfum, atau cairan pembersih meja bisa bereaksi dengan lapisan kertas thermal. Zat-zat ini melarutkan bagian yang sudah tercetak sehingga huruf-huruf jadi pudar atau hilang. Hal ini sering tidak disadari, terutama saat:

  • Menerima struk sambil menggunakan hand sanitizer.
  • Menyeka meja kasir atau laci dengan alkohol lalu meletakkan struk di atasnya.

Tips: Tangani struk dengan tangan kering dan bersih. Hindari menyentuh permukaan cetaknya secara langsung.

3. Kelembapan Udara yang Tinggi

Lingkungan lembap mempercepat reaksi kimia pada lapisan kertas thermal. Tinta bisa meleber, tulisan jadi buram, atau perlahan memudar. Ini bisa terjadi jika:

  • Struk disimpan di dapur, gudang, atau laci yang dekat dengan sumber air.
  • Kertas thermal disimpan dalam plastik yang menahan kelembapan.

Tips: Simpan struk dalam wadah kedap udara atau map plastik kering. Gunakan silica gel jika perlu.

4. Gesekan dan Tekanan Berlebih

Permukaan cetakan kertas thermal sangat sensitif. Gesekan bisa “menghapus” tulisan, sedangkan tekanan bisa meninggalkan bekas yang merusak.

Contoh umum:

  • Menyimpan struk di dompet yang penuh.
  • Melipat struk berulang kali.
  • Menggesekkan struk dengan benda lain (misal: kunci, uang logam).

Tips: Simpan struk dalam amplop, map plastik, atau tempat khusus agar tetap rata dan terlindungi.

Kertas thermal berkualitas rendah

5. Kualitas Kertas Rendah

Tidak semua kertas thermal diciptakan setara. Kertas murah biasanya memiliki lapisan kimia yang tipis dan tidak stabil, sehingga cepat bereaksi dan mudah rusak.

Kertas berkualitas rendah:

  • Cepat memudar meski disimpan baik.
  • Warnanya kurang tajam atau tidak konsisten.

Tips: Gunakan kertas thermal dari produsen terpercaya. Kertas premium biasanya memiliki pelindung tambahan dan tahan lebih lama.

Untuk memahami lebih lanjut tentang penyebab hasil cetak buram pada printer thermal, Anda dapat membaca artikel berikut: Kenapa Hasil Cetak Buram pada Printer Thermal?.

6. Usia Struk dan Penyimpanan Jangka Panjang

Meskipun disimpan dengan baik, kertas thermal tetap akan memudar seiring waktu. Tapi pemudaran bisa diperlambat jika disimpan di kondisi ideal.

Fakta:

  • Rata-rata struk thermal mulai memudar setelah 6-12 bulan.
  • Namun dalam kondisi lembap atau panas, bisa memudar dalam hitungan minggu.

Tips: Jika butuh menyimpan bukti transaksi untuk jangka panjang, pindai struk ke format digital.

7. Kesalahan dalam Pemasangan atau Penggunaan Printer

Kadang, cetakan memudar bukan karena penyimpanan tapi sejak awal pencetakan. Ini bisa terjadi jika:

  • Kertas dipasang terbalik (sisi yang bisa dicetak menghadap bawah).
  • Print head terlalu dingin atau kotor.

Tips: Pastikan printer terawat dan kertas terpasang dengan benar. Gunakan fitur self-test untuk mengecek hasil cetak.

8. Kontaminasi dari Lem, Plastik, atau Tinta Lain

Struk yang ditempelkan pada benda lain (misal: buku nota, plastik laminasi, atau dilabeli dengan stiker) bisa bereaksi dengan bahan perekat atau tinta lain.

Hasilnya:

  • Tinta menyebar atau memudar.
  • Muncul bercak atau noda pada tulisan.

Tips: Hindari menempelkan struk langsung pada benda lain. Jika ingin menyimpan, gunakan kantong arsip bebas perekat.

Kesimpulan

Kertas struk thermal dapat mengalami pemudaran karena berbagai faktor, termasuk paparan panas, kontak dengan bahan kimia, kelembapan tinggi, gesekan, dan kualitas kertas yang rendah. Dengan menyimpan struk di tempat yang sejuk, kering, serta menghindari kontak dengan bahan kimia, kita dapat memperpanjang usia cetakan agar tetap terbaca dalam waktu yang lebih lama. Memilih kertas thermal berkualitas juga merupakan langkah penting untuk memastikan cetakan tetap jelas dan tahan lama.

Atasi Struk Memudar dengan Kertas Thermal Berkualitas

Tak ingin struk cepat memudar? Salah satu solusinya adalah menggunakan kertas thermal berkualitas tinggi yang tahan terhadap panas, gesekan, dan kelembapan. PaperGo dari SIP Paper hadir dengan lapisan pelindung khusus yang menjaga hasil cetakan tetap tajam dan terbaca lebih lama. Cocok untuk bisnis ritel, restoran, hingga penggunaan kasir harian. Lihat koleksi kertas thermal PaperGo di sini dan jaga kualitas cetakan Anda lebih tahan lama!

Pabrik & Gudang
Jl. Raya Mastrip Bogangin No. 23 Surabaya – 60223 Jawa Timur – Indonesia

Jam Kantor
Senin – Jumat 08.00 – 16.00
Sabtu 08.00 – 13.00
Minggu / Hari besar libur

Telepon: 031 767 2777
Whatsapp: 087 7555 99777
Email: [email protected]