Kertas NCR tidak tembus saat ditulis biasanya disebabkan oleh susunan lapisan yang terbalik, tekanan alat tulis tidak stabil, alas terlalu empuk atau tidak rata, jumlah ply terlalu banyak, atau kondisi kertas yang terganggu. Jangan langsung menekan pulpen lebih kuat. Kenali pola salinannya, kemudian periksa setiap faktor secara bertahap.

Kertas NCR membentuk salinan melalui tekanan yang memicu reaksi antarlapisan berlapis khusus. Karena itu, kejelasan tinta pada lembar pertama belum tentu menunjukkan bahwa tekanan sudah diteruskan secara merata hingga lembar terakhir.

Tekanan berlebihan justru dapat merobek lembar atas, meninggalkan lekukan terlalu dalam, atau menghasilkan tulisan bayangan pada formulir berikutnya. Artikel ini akan membantu Anda mengenali pola salinan NCR tidak jelas, memeriksa penyebabnya, dan melakukan uji pembanding agar tindakan koreksinya tepat.

Kenali Pola Salinan NCR yang Tidak Tembus

Pola salinan menunjukkan bagian mana yang perlu diperiksa terlebih dahulu. Sebelum mengganti pulpen atau menambah tekanan, buka satu set formulir dan bandingkan hasil tulisan pada setiap lembar.

Bedakan apakah semua salinan terlihat tipis, hanya lembar terakhir yang samar, bagian tertentu terputus, atau tulisan justru masuk ke formulir berikutnya.

Pola Hasil Salinan

Kemungkinan Penyebab Bagian yang Perlu Diperiksa

Tindakan Koreksi Awal

Semua lembar salinan terlihat tipis Tekanan alat tulis tidak stabil atau alas terlalu empuk Pulpen, cara menulis, dan permukaan meja Bandingkan alat tulis dan gunakan permukaan yang rata serta cukup keras
Hanya lembar terakhir yang samar Jumlah ply terlalu banyak untuk tekanan yang diberikan atau susunan lapisan tidak tepat Jumlah lembar, urutan lapisan, dan hasil pada setiap ply Periksa susunan set dan lakukan uji sampai lembar terakhir
Bagian tertentu tidak tersalin atau terputus Alas bergelombang, terdapat sambungan meja, atau kertas terlipat Area yang tidak tersalin dan permukaan tepat di bawahnya Pindahkan formulir ke alas rata dan ulangi pengujian
Tidak ada salinan yang terbentuk Urutan atau sisi lapisan NCR terbalik Posisi CB, CFB, dan CF Susun kembali lapisan berdasarkan spesifikasi produk
Tulisan masuk ke formulir berikutnya Tekanan diteruskan ke set yang belum digunakan Posisi karton pemisah Letakkan karton tepat di bawah set aktif
Hanya satu set yang bermasalah Set lembap, terlipat, terkena noda, atau pernah tertekan Kondisi fisik setiap lembar Pisahkan set tersebut dan bandingkan dengan set lain
Beberapa set menunjukkan masalah yang sama Masalah pada penyimpanan, spesifikasi, atau kondisi stok Sampel dari stok dan kondisi pengujian Pisahkan stok dan konfirmasikan hasil pengujian kepada supplier

Istilah “tidak tembus” dapat merujuk pada beberapa kondisi berbeda. Salinan terakhir yang sedikit lebih ringan, misalnya, belum tentu memiliki penyebab yang sama dengan tulisan yang hilang hanya pada salah satu sisi nota.

Periksa Susunan Lapisan NCR

Susunan lapisan yang terbalik dapat membuat salinan terputus atau tidak terbentuk karena sisi coating yang seharusnya saling berinteraksi tidak berada pada posisi yang tepat. Warna lembar tidak dapat dijadikan satu-satunya patokan untuk menentukan urutan tersebut.

Kertas NCR atau No Carbon Required menggunakan lapisan berlapis khusus untuk membentuk salinan tanpa lembar karbon terpisah. Ketika pulpen memberikan tekanan pada lembar atas, mikrokapsul pada coating pecah dan bereaksi dengan lapisan penerima di bawahnya.

Dalam satu set NCR, setiap lembar memiliki fungsi berbeda:

  • CB atau Coated Back ditempatkan sebagai lembar paling atas. Coating pada bagian belakangnya meneruskan pembentukan salinan ke lembar berikutnya.
  • CFB atau Coated Front and Back digunakan sebagai lembar tengah. Bagian depannya menerima salinan, sedangkan bagian belakangnya meneruskan pembentukan salinan ke bawah.
  • CF atau Coated Front ditempatkan sebagai lembar paling bawah dan menerima salinan terakhir.

Konfigurasi lapisan juga berubah mengikuti jumlah ply. Bentuk susunan yang umum antara lain:

  • NCR 2 ply: CB–CF.
  • NCR 3 ply: CB–CFB–CF.
  • NCR 4 ply: CB–CFB–CFB–CF.

Berdasarkan penjelasan Smart Resolution, lembar CB ditempatkan di bagian atas, CFB digunakan sebagai lembar tengah yang menerima sekaligus meneruskan salinan, sedangkan CF menjadi lembar paling bawah. Susunan tersebut membentuk konfigurasi CB–CF untuk 2 ply, CB–CFB–CF untuk 3 ply, dan CB–CFB–CFB–CF untuk 4 ply. 

Jika tidak ada salinan yang terbentuk, periksa kembali urutan dan sisi setiap lembar sebelum mengubah tekanan saat menulis. Lembar paling atas, tengah, dan bawah memiliki coating serta fungsi yang berbeda dalam menerima atau meneruskan salinan. Karena itu, jangan hanya mengandalkan warna kertas untuk menentukan posisinya. Pelajari lebih lanjut fungsi dan susunan lapisan CB, CFB, dan CF agar setiap lembar ditempatkan sesuai urutannya 

Gunakan Alat Tulis dengan Tekanan yang Stabil

Salinan dapat terlihat tipis walaupun tinta pada lembar pertama jelas karena tinta dan tekanan mekanis bekerja dengan cara berbeda. Tinta membentuk tulisan langsung pada lembar atas, sedangkan salinan di bawahnya bergantung pada tekanan yang diteruskan melalui setiap lapisan.

Seseorang dapat menghasilkan tulisan bertinta pekat dengan gerakan ringan. Namun, tekanan tersebut belum tentu cukup stabil untuk membentuk huruf, angka, atau tanda tangan pada seluruh lembar bawah. Sebaliknya, menekan sangat kuat pada beberapa bagian tetapi ringan pada bagian lain juga dapat membuat hasil salinan terputus.

Gunakan pulpen yang ujungnya mampu memberikan tekanan secara konsisten tanpa menggores atau merobek lembar atas. Cara menulis di kertas NCR yang tepat bukan dengan menekan sekuat mungkin, melainkan menjaga tekanan dan sudut alat tulis tetap stabil selama mengisi dokumen.

Sebelum nota atau formulir digunakan untuk transaksi, lakukan uji sederhana:

  1. Gunakan satu set NCR sebagai sampel.
  2. Tulis kombinasi huruf, angka, garis, nominal, dan tanda tangan.
  3. Gunakan tekanan yang masih nyaman untuk penulisan rutin.
  4. Buka set dan periksa setiap salinan sampai lembar terakhir.
  5. Ulangi dengan pulpen lain tanpa mengganti alas atau setara kondisi pengujiannya.

Jika hasil dari satu pulpen tipis, sedangkan pulpen lain menghasilkan salinan lebih merata pada alas dan jenis NCR yang sama, alat tulis kemungkinan menjadi salah satu faktornya. Tujuan pengujian ini adalah menemukan pulpen yang menghasilkan tekanan konsisten, bukan pulpen yang memaksa pengguna menekan lebih kuat.

Gunakan Permukaan Alas yang Rata dan Cukup Keras

Alas yang terlalu empuk dapat menyerap sebagian tekanan sehingga tulisan pada lapisan bawah terlihat tipis atau terputus. Permukaan bergelombang juga dapat menyebabkan tekanan terkumpul pada satu area tetapi melemah pada area lainnya.

Masalah ini dapat muncul ketika formulir ditulis di atas:

  • Meja berlapis busa.
  • Taplak atau kain yang tebal.
  • Papan yang melengkung.
  • Permukaan dengan sambungan.
  • Tumpukan dokumen yang tidak rata.
  • Meja yang memiliki goresan atau lekukan dalam.

Pemilihan alas untuk menulis nota NCR perlu diperhatikan karena setiap lapisan membutuhkan tahanan yang cukup dari bawah. Pindahkan formulir ke permukaan yang rata, bersih, kering, dan cukup keras. Gunakan pulpen serta gaya menulis yang sama, kemudian bandingkan hasil pada semua lembar.

Jika hasilnya menjadi lebih jelas dan merata, masalah kemungkinan berasal dari permukaan alas, bukan hanya dari kualitas kertas atau kekuatan tangan pengguna.

Periksa juga apakah terdapat klip, lipatan, label, remah, atau tepi set lain di bawah formulir. Perbedaan ketinggian yang terlihat kecil dapat mengurangi kontak antarlapisan dan membuat sebagian garis tulisan hilang.

Perbedaan tekanan alas

Sesuaikan Jumlah Ply dengan Kebutuhan Salinan

Semakin banyak jumlah ply, semakin jauh tekanan harus diteruskan sehingga salinan terakhir berpotensi terlihat lebih ringan. Karena itu, jumlah ply sebaiknya ditentukan berdasarkan jumlah pihak yang benar-benar membutuhkan salinan, bukan sekadar memilih set dengan lembar terbanyak.

Ply menunjukkan jumlah lembar dalam satu set formulir. NCR dua ply menyediakan lembar asli dan satu salinan, sedangkan NCR tiga atau empat ply menyediakan lebih banyak salinan untuk dibagikan kepada pihak berbeda.

Sebagai contoh:

  • Dua ply dapat digunakan apabila dokumen hanya dibutuhkan oleh pelanggan dan bagian administrasi.
  • Tiga ply dapat dipilih apabila salinan juga diperlukan oleh bagian keuangan atau gudang.
  • Empat ply dapat digunakan apabila dokumen harus dibagikan kepada lebih banyak bagian, selama keterbacaan lembar terakhir sudah diuji.

Pada NCR dengan tiga ply atau lebih, lembar CFB ditempatkan di antara CB dan CF untuk menerima sekaligus meneruskan pembentukan salinan. Setiap penambahan salinan berarti tekanan harus bekerja melalui lebih banyak lapisan.

Hal tersebut tidak berarti semua formulir dengan banyak ply pasti menghasilkan tulisan samar. Hasil akhirnya tetap dipengaruhi oleh spesifikasi produk, alat tulis, kerataan alas, dan kestabilan tekanan pengguna. Namun, pengujian sampai lembar terakhir menjadi semakin penting ketika jumlah ply bertambah.

Sebelum mencetak atau memesan formulir dalam jumlah besar, lakukan uji keterbacaan pada bagian yang paling penting, seperti:

  • Nomor transaksi.
  • Nama pelanggan.
  • Tanggal.
  • Nominal.
  • Jumlah barang.
  • Keterangan.
  • Tanda tangan.

Jika salinan terakhir NCR tipis tetapi lembar lain tetap jelas, jangan langsung menyimpulkan bahwa seluruh set rusak. Periksa kembali kebutuhan jumlah ply, susunan lapisan, dan kestabilan tekanan sebelum menentukan tindakan berikutnya.

Pisahkan Kertas NCR yang Lembap, Terlipat, atau Pernah Tertekan

Kertas NCR yang lembap, terlipat, atau pernah mendapat tekanan selama penyimpanan dapat menghasilkan salinan tidak merata. Perubahan kondisi fisik tersebut dapat mengganggu kerataan lembar dan area coating yang diperlukan untuk membentuk salinan.

Periksa apakah set menunjukkan tanda berikut:

  • Terasa lembap.
  • Permukaannya bergelombang.
  • Beberapa lembar saling menempel.
  • Terdapat lipatan atau tekukan.
  • Muncul noda pada area isian.
  • Sudah memiliki lekukan atau tulisan bayangan sebelum digunakan.
  • Kemasan rusak atau pernah terkena air.

Pisahkan set yang kondisinya berubah agar tidak tercampur dengan stok yang masih baik. Setelah itu, bandingkan hasil tulisnya dengan set lain menggunakan pulpen, alas, dan cara menulis yang sama.

Berdasarkan panduan penyimpanan dokumen dari Humiscope, kertas sebaiknya disimpan pada suhu sekitar 18–22°C dengan kelembapan relatif 40–55%. Kondisi penyimpanan yang stabil membantu mengurangi risiko kertas menyerap kelembapan berlebihan, bergelombang, atau mengalami perubahan bentuk yang dapat mengganggu kerataan antarlapisan.

Dalam praktiknya, simpan stok NCR:

  • Secara mendatar di rak atau permukaan yang rata.
  • Di area yang bersih, kering, dan memiliki sirkulasi udara baik.
  • Tetap dalam kemasan sampai akan digunakan.
  • Jauh dari air, dinding lembap, dan sinar matahari langsung.
  • Tanpa tertindih benda yang dapat memberikan tekanan pada area isian.

Jangan menjadikan satu set yang rusak secara fisik sebagai dasar untuk menilai seluruh stok. Bandingkan beberapa sampel terlebih dahulu dalam kondisi pengujian yang sama.

Letakkan Karton Pemisah di Bawah Set yang Sedang Ditulis

Karton pemisah nota NCR mencegah tekanan pulpen masuk ke formulir berikutnya. Tanpa pemisah, tulisan pada set aktif dapat meninggalkan lekukan atau bayangan pada nota yang seharusnya masih kosong.

Kondisi tersebut tidak selalu menyebabkan set yang sedang diisi gagal tersalin. Semua lembar pada set aktif mungkin tetap terlihat jelas. Masalah baru ditemukan ketika pengguna membuka nota berikutnya dan mendapati tulisan transaksi sebelumnya sudah tercetak samar.

Sisipkan karton pemisah tepat di bawah seluruh lembar dalam satu set yang sedang digunakan, bukan di antara lembar asli dan salinannya. Karton harus memisahkan set aktif dari set berikutnya tanpa menghalangi perpindahan tekanan di dalam set yang sedang ditulis.

Pastikan karton:

  • Cukup lebar untuk menutup seluruh area isian.
  • Tidak terlipat atau bergelombang.
  • Tidak bergeser selama penulisan.
  • Dipindahkan ke bawah set berikutnya setelah satu transaksi selesai.

Jika tulisan bayangan masih muncul, periksa kembali posisi karton dan tekanan pengguna. Karton yang terlalu kecil atau hanya menopang sebagian area formulir belum tentu dapat menahan tekanan secara menyeluruh.

Temukan Sumber Masalah dengan Uji Pembanding

Uji pembanding membantu menemukan penyebab salinan NCR tidak jelas tanpa mengubah banyak faktor sekaligus. Prinsipnya, ubah hanya satu faktor dalam setiap pengujian agar hasilnya dapat dibandingkan dengan jelas.

Gunakan alur diagnosis berikut:

  1. Jika semua lapisan terlihat tipis, bandingkan alat tulis terlebih dahulu. Jika belum berubah, pindahkan pengujian ke permukaan yang lebih rata dan keras.
  2. Jika hanya lembar terakhir yang samar, periksa jumlah ply, susunan lapisan, dan kestabilan tekanan. Bandingkan setiap lembar untuk melihat pada lapisan mana tulisan mulai melemah.
  3. Jika bagian tertentu tidak tersalin, periksa kerataan meja, lipatan, noda, atau kerusakan permukaan pada area yang sesuai dengan bagian tulisan yang hilang.
  4. Jika tidak ada salinan yang terbentuk, periksa urutan CB, CFB, dan CF serta pastikan sisi coating tidak terbalik.
  5. Jika tulisan masuk ke formulir berikutnya, letakkan karton pemisah tepat di bawah set yang sedang ditulis.
  6. Jika hanya satu set yang bermasalah, bandingkan dengan set lain dari stok yang sama menggunakan alat tulis dan alas yang sama.
  7. Jika beberapa sampel tetap bermasalah dalam kondisi uji yang sama, pisahkan stok tersebut dan dokumentasikan hasilnya sebelum menghubungi supplier.

Untuk kebutuhan perusahaan, percetakan, atau lembaga yang menggunakan formulir dalam jumlah besar, catat:

  • Jenis dan jumlah ply.
  • Kode atau periode stok jika tersedia.
  • Alat tulis yang digunakan.
  • Jenis permukaan alas.
  • Lembar yang mulai terlihat samar.
  • Bagian tulisan yang tidak terbentuk.
  • Jumlah sampel yang diuji.

Dokumentasi ini membantu membedakan masalah penggunaan dari masalah yang muncul berulang pada stok. Informasi tersebut juga lebih berguna ketika dikonfirmasikan kepada supplier daripada hanya menyampaikan bahwa kertas “kurang tembus”.

Contoh tekanan yang berlebihan

Hindari Menambah Tekanan sebelum Penyebab Diketahui

Tekanan tambahan hanya relevan apabila hasil pengujian menunjukkan bahwa gaya menulis memang terlalu ringan. Jika penyebabnya adalah lapisan terbalik, alas bergelombang, kertas terlipat, atau karton pemisah yang tidak digunakan, menekan pulpen lebih kuat tidak menyelesaikan masalah utama.

Tekanan berlebihan dapat menyebabkan:

  • Lembar atas tergores atau robek.
  • Tulisan dan tanda tangan memiliki lekukan terlalu dalam.
  • Pengguna lebih cepat lelah ketika mengisi banyak formulir.
  • Tekanan diteruskan ke nota berikutnya.
  • Dokumen transaksi rusak sebelum dibagikan.
  • Hasil pengujian sulit dibandingkan karena gaya menulis berubah-ubah.

Gunakan tekanan yang wajar dan stabil. Apabila salinan tetap tidak jelas, hentikan pengujian berulang pada dokumen yang akan digunakan untuk transaksi. Lakukan percobaan pada sampel terpisah agar formulir aktif tidak rusak.

FAQ

Berikut beberapa pertanyaan yang sering muncul ketika nota atau formulir NCR tidak menghasilkan salinan secara merata.

1. Mengapa tulisan pada lembar pertama jelas tetapi salinan terakhir samar?

Lembar pertama menampilkan tinta langsung dari pulpen, sedangkan salinan di bawah terbentuk dari tekanan yang diteruskan melalui lapisan NCR. Karena itu, tinta yang terlihat jelas belum tentu disertai tekanan yang cukup stabil hingga lembar terakhir.

Jika hanya lembar terakhir yang samar, periksa jumlah ply, susunan lapisan, alat tulis, dan kerataan alas sebelum menambah tekanan.

2. Apakah semua jenis pulpen dapat digunakan pada kertas NCR?

Alat tulis perlu menghasilkan tekanan yang stabil tanpa merusak lembar atas. Pulpen yang menulis terlalu ringan atau tersendat dapat membuat salinan tidak merata meskipun tintanya masih terlihat.

Lakukan uji pada satu set terlebih dahulu. Pilih pulpen yang tetap nyaman digunakan dan dapat menghasilkan tulisan terbaca sampai lembar terakhir.

3. Apakah semakin banyak ply membuat tulisan semakin sulit tembus?

Semakin banyak ply, semakin banyak lapisan yang harus menerima dan meneruskan tekanan. Hal ini dapat membuat lembar terakhir terlihat lebih ringan apabila tekanan tidak stabil atau terdapat masalah pada susunan dan alas.

Pilih jumlah ply sesuai kebutuhan pembagian dokumen dan uji keterbacaannya sebelum formulir digunakan secara rutin.

4. Mengapa muncul tulisan pada nota yang belum digunakan?

Tulisan tersebut kemungkinan berasal dari tekanan yang masuk ke set berikutnya. Kondisi ini dapat terjadi ketika pengguna menulis tanpa meletakkan karton pemisah di bawah set aktif.

Sisipkan karton tepat di bawah seluruh lembar dalam satu set yang sedang digunakan, lalu pindahkan karton setiap kali beralih ke nota berikutnya.

5. Apakah urutan warna lembar NCR boleh ditukar?

Urutan lapisan tidak boleh ditentukan hanya berdasarkan warna. Fungsi lembar bergantung pada coating CB, CFB, dan CF, sedangkan warna biasanya digunakan untuk membedakan penerima salinan.

Perubahan urutan warna hanya dapat dilakukan apabila posisi serta fungsi coating setiap lembar tetap sesuai dengan spesifikasi produk.

Kesimpulan

Jika seluruh salinan tipis, bandingkan alat tulis dan permukaan alas. Jika hanya lembar terakhir yang samar, periksa jumlah ply, susunan lapisan, dan kestabilan tekanan. Jika bagian tertentu terputus, periksa kerataan alas dan kondisi kertas. Jika tidak ada salinan yang terbentuk, pastikan urutan CB, CFB, dan CF sudah benar.

Apabila tulisan masuk ke formulir berikutnya, gunakan karton pemisah. Jika hanya satu set yang bermasalah, bandingkan dengan set lain. Jika beberapa sampel tetap menunjukkan masalah dalam kondisi uji yang sama, pisahkan stok dan konfirmasikan kepada supplier.

Jangan menekan pulpen lebih kuat sebelum penyebabnya diketahui. Pemeriksaan bertahap membantu memperbaiki masalah yang tepat tanpa merusak lembar atas atau meninggalkan tulisan pada nota yang belum digunakan.

Sesuaikan Kertas NCR dengan Kebutuhan Dokumen Rangkap

CV Sentosa Indopaper Prima menyediakan kertas NCR untuk berbagai kebutuhan dokumen rangkap, seperti nota, faktur, formulir, dan bukti transaksi. Bisnis dapat berkonsultasi mengenai ukuran, jumlah ply, serta pembagian setiap lembar agar salinan tetap sesuai dengan kebutuhan administrasi. Pemilihan spesifikasi yang tepat perlu disertai cara menulis dan penyimpanan yang benar agar informasi pada setiap lembar tetap terbaca.

Pabrik & Gudang
Jl. Raya Mastrip Bogangin No. 23 Surabaya – 60223 Jawa Timur – Indonesia

Jam Kantor
Senin – Jumat 08.00 – 16.00
Sabtu 08.00 – 13.00
Minggu / Hari besar libur

Telepon: 031 767 2777
Whatsapp: 087 7555 99777
Email: [email protected]

Referensi

  1. Everaert, N. (2025, December 22). NCR paper explained: CB, CFB, CF & multi-part forms. Smart Resolution. https://blog.smartresolution.com/ncr-paper-explained-cb-cf-cfb-multi-part-forms/
  2. Humiscope. (2025, February 20). Document and paper storage guide. https://www.humiscope.com.au/blog-indoor-climate-control/archives-and-paper-document-storage/

Artikel ini sudah di review oleh:
Haryo J - CEO of Sentosa Indopaper Prima
Berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri kertas NCR, Continuous Form, Register Roll