Spesifikasi continuous form untuk pengadaan perlu mencantumkan fungsi dokumen, model printer, ukuran form, pembagian FULL, PRS, atau WARTEL, jumlah ply, urutan warna, posisi perforasi, isi set dan print per box, kondisi polos atau pre-printed, serta jumlah pesanan. Informasi ini membantu pembeli membandingkan penawaran berdasarkan produk yang benar-benar setara.

Permintaan penawaran yang hanya mencantumkan ukuran dan jumlah box berisiko menghasilkan produk yang tidak sesuai dengan kebutuhan operasional. Dua produk dengan ukuran dan jumlah box yang terlihat sama belum tentu mempunyai jumlah ply, susunan warna, pembagian form, isi per box, atau posisi perforasi yang sama.

Perbedaan tersebut dapat memengaruhi kelancaran pencetakan, distribusi salinan, perhitungan harga, dan pemeriksaan barang. Oleh karena itu, artikel ini akan membahas urutan penyusunan spesifikasi continuous form untuk pengadaan, mulai dari fungsi dokumen dan kompatibilitas printer hingga kuantitas, sampel, serta kriteria penerimaan barang.

Tentukan Dokumen yang Akan Dicetak

Fungsi dokumen harus ditentukan terlebih dahulu karena akan memengaruhi ukuran, jumlah salinan, layout, dan volume continuous form yang dibutuhkan. Continuous form untuk faktur penjualan belum tentu mempunyai spesifikasi yang sama dengan surat jalan, slip transaksi, laporan, formulir pelayanan, atau dokumen administrasi lainnya.

Sebagai contoh, surat jalan mungkin memerlukan salinan untuk pelanggan, pengemudi, gudang, dan arsip. Sementara itu, laporan internal yang hanya digunakan oleh satu bagian belum tentu memerlukan kertas multipart.

Tuliskan informasi berikut sebelum meminta penawaran:

  • Nama dokumen: Misalnya faktur penjualan, surat jalan, bukti penerimaan barang, laporan transaksi, atau slip gaji.
  • Bagian pengguna: Seperti kasir, gudang, administrasi, keuangan, logistik, atau bagian pelayanan.
  • Jumlah salinan: Hitung lembar asli dan salinan yang perlu dihasilkan dalam satu kali pencetakan.
  • Penerima setiap salinan: Tentukan bagian atau pihak yang menerima setiap lembar.
  • Volume cetak: Catat rata-rata jumlah dokumen yang dicetak per hari atau per bulan.
  • Kebutuhan arsip: Tentukan salinan yang perlu disimpan dan bagian yang bertanggung jawab atas penyimpanannya.

Informasi tersebut membantu vendor memahami kebutuhan dokumen secara menyeluruh. Tim purchasing juga dapat menggunakannya untuk memastikan bahwa produk yang ditawarkan sesuai dengan alur administrasi perusahaan atau instansi.

Cantumkan Model Printer yang Digunakan

Merek dan model printer dot matrix perlu dicantumkan secara lengkap karena tidak semua printer mendukung ukuran, ketebalan, jumlah ply, dan jalur masuk kertas yang sama. Menulis “untuk printer dot matrix” saja belum cukup untuk memastikan kompatibilitas.

Periksa manual resmi printer untuk mengetahui:

  • Lebar dan panjang media yang didukung.
  • Batas ketebalan total kertas.
  • Jumlah multipart form yang dapat dicetak.
  • Jalur masuk kertas yang direkomendasikan.
  • Posisi tractor feed.
  • Pengaturan paper thickness lever jika tersedia.

Berdasarkan panduan resmi Epson LQ-570e, printer tersebut dapat menggunakan carbonless multipart form hingga lima bagian, yaitu satu lembar asli dan empat salinan. Sementara itu, panduan resmi Epson LQ-680Pro menyebutkan bahwa model tersebut mendukung continuous multipart form hingga enam bagian, termasuk lembar asli.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa batas jumlah ply, ketebalan media, dan pengaturan kertas dapat berbeda pada setiap model. Karena itu, dukungan lima atau enam ply pada satu printer tidak dapat dianggap berlaku untuk seluruh printer dot matrix.

Jika perusahaan menggunakan beberapa printer, catat semua model yang akan memakai kertas tersebut. Tentukan apakah satu spesifikasi continuous form harus kompatibel dengan seluruh unit atau hanya digunakan pada printer tertentu. Pemeriksaan ini membantu mengurangi risiko kertas sulit masuk, form tersangkut, lubang tractor tidak sejajar, atau hasil cetak pada ply terakhir terlalu samar.

Tulis Ukuran Continuous Form secara Lengkap

Ukuran continuous form harus ditulis dalam format lebar × panjang beserta satuannya, misalnya inci atau milimeter. Jangan hanya memakai istilah seperti “ukuran A4”, “ukuran faktur”, atau nama format internal tanpa menyertakan angka dimensinya.

Jika menggunakan produk lama sebagai acuan, ukur kembali contoh fisiknya. Pastikan tim pengadaan mengetahui apakah lebar dihitung sampai tepi lubang tractor atau hanya berdasarkan area form yang akan digunakan.

Informasi mengenai pilihan dan fungsi ukuran kertas continuous form dapat dipelajari melalui artikel: Apa itu kertas continuous form? Fungsi, kegunaan, serta berbagai macam ukurannya

1. Jelaskan Pembagian Form dalam Satu Lembar

Pembagian FULL, PRS, WARTEL, atau format lainnya perlu dijelaskan melalui ukuran dan arah pembagian, bukan hanya nama formatnya. Istilah yang sama dapat ditafsirkan berbeda jika tidak disertai ukuran form jadi.

Cantumkan informasi berikut:

  • Ukuran lembar sebelum dipisahkan.
  • Jumlah form dalam satu lembar.
  • Arah pembagian form.
  • Posisi garis perforasi.
  • Ukuran setiap form setelah dipisahkan.

Contoh penulisan yang lebih jelas adalah:

Ukuran lembar 9,5 × 11 inci, dibagi menjadi dua form secara vertikal, dengan ukuran setiap form jadi 4,75 × 11 inci.

SIP Paper menggunakan istilah “Wartal” pada artikel produknya, sedangkan sebagian pengguna mungkin mengenalnya sebagai “WARTEL”. Agar tidak menimbulkan perbedaan tafsir, gunakan istilah yang telah disepakati dan tetap sertakan ukuran serta pola pembagiannya.

Penjelasan mengenai perbedaan FULL, PRS, dan WARTEL/Wartal dapat dilihat melalui: Memahami Kertas Ply, Full, PRS, dan Wartal untuk Continuous Form

2. Bedakan Ukuran Lembar dan Ukuran Form Jadi

Ukuran lembar menunjukkan dimensi continuous form sebelum dibagi, sedangkan ukuran form jadi menunjukkan dimensi setiap dokumen setelah dipisahkan melalui garis perforasi. Keduanya perlu ditulis terpisah, terutama jika satu lembar memuat dua atau lebih faktur, slip, atau bukti transaksi.

Format penulisan yang disarankan:

  • Ukuran lembar awal: … inci × … inci.
  • Jumlah pembagian: … form per lembar.
  • Arah pembagian: Horizontal atau vertikal.
  • Ukuran form jadi: … inci × … inci.

Dengan format tersebut, vendor dapat memahami bentuk akhir dokumen tanpa hanya mengandalkan nama ukuran yang belum tentu digunakan dengan pengertian yang sama.

Jumlah ply berdasarkan penerima dokumen

Tentukan Jumlah Ply Berdasarkan Penerima Dokumen

Jumlah ply sebaiknya ditentukan berdasarkan jumlah pihak yang benar-benar memerlukan dokumen, bukan hanya mengikuti pesanan sebelumnya. Perubahan alur kerja dapat membuat jumlah salinan lama tidak lagi sesuai dengan kebutuhan saat ini.

Pemetaan penerima dapat ditulis seperti berikut:

  • Lembar pertama: Dokumen asli untuk pelanggan atau penerima utama.
  • Lembar kedua: Salinan untuk bagian keuangan.
  • Lembar ketiga: Salinan untuk gudang atau bagian operasional.
  • Lembar keempat: Salinan untuk bagian pengiriman.
  • Lembar kelima: Salinan untuk arsip atau bagian lain.

Jika sebagian pihak sudah menggunakan arsip digital, periksa kembali apakah ply tambahan masih diperlukan. Sebaliknya, jangan mengurangi jumlah ply jika setiap bagian memang membutuhkan bukti fisik yang berasal dari pencetakan transaksi yang sama.

Jumlah ply juga harus disesuaikan dengan kemampuan printer. Semakin banyak lapisan dalam satu set, semakin besar ketebalan media dan tekanan yang dibutuhkan agar informasi terbaca hingga lembar terbawah.

Tuliskan Warna dan Urutan Setiap Lembar

Warna setiap ply harus ditulis secara berurutan mulai dari lembar teratas hingga terbawah. Keterangan seperti “3 ply warna-warni” belum cukup karena vendor belum mengetahui warna dan susunan salinan yang dibutuhkan.

Contoh penulisannya:

  • Lembar pertama – putih: Untuk pelanggan.
  • Lembar kedua – merah muda: Untuk bagian keuangan.
  • Lembar ketiga – kuning: Untuk arsip.
  • Lembar keempat – biru: Untuk gudang.

Urutan tersebut perlu dibuat konsisten dengan SOP distribusi dokumen. Jika warna lembar berubah, petugas berisiko memberikan salinan kepada bagian yang salah meskipun jumlah ply-nya sudah sesuai. Untuk selengkapnya bisa membaca panduan tentang cara mengatur warna lembar NCR berdasarkan penerima dan fungsi dokumen. 

Jelaskan Jenis dan Posisi Perforasi

Jenis dan posisi perforasi harus dijelaskan karena akan menentukan bentuk serta ukuran form setelah dipisahkan. Jangan hanya mencantumkan bahwa continuous form “menggunakan perforasi” tanpa menyebut arah dan posisinya.

Perforasi horizontal umumnya digunakan untuk memisahkan halaman berdasarkan panjang kertas. Perforasi vertikal dapat digunakan untuk membagi satu lembar menjadi beberapa form atau melepaskan bagian samping tertentu.

Spesifikasi perforasi dapat memuat:

  • Arah perforasi horizontal atau vertikal.
  • Jumlah garis perforasi.
  • Jarak perforasi dari tepi kertas.
  • Ukuran setiap bagian setelah dipisahkan.
  • Kebutuhan perforasi pada bagian lubang tractor.
  • Bagian form yang harus tetap menyatu selama pencetakan.

Jika terdapat lebih dari satu garis perforasi, sertakan diagram dengan ukuran yang jelas. Diagram akan lebih mudah dipahami daripada hanya menjelaskan posisi pemisah melalui paragraf.

Bedakan Jumlah Set, Print, Lembar, dan Box

Set, print, lembar, dan box harus ditulis secara terpisah agar pembeli dan vendor menghitung kuantitas dengan dasar yang sama. Kesalahan membedakan istilah ini dapat membuat jumlah barang yang diterima jauh lebih sedikit atau lebih banyak dari kebutuhan.

Perbedaannya adalah:

  • Ply: Jumlah lapisan dalam satu kelompok dokumen.
  • Set: Satu kelompok dokumen lengkap yang terdiri dari sejumlah ply.
  • Print atau lembar: Jumlah seluruh lembar fisik dari semua lapisan.
  • Box: Satuan kemasan yang isi di dalamnya tetap harus dicantumkan.

Hubungan antara set, ply, dan print dapat dihitung menggunakan rumus berikut:

Total print = jumlah set × jumlah ply

Contohnya, 1.000 set continuous form 3 ply terdiri dari:

1.000 set × 3 ply = 3.000 print

Artinya, 1.000 set dan 1.000 print bukan jumlah yang sama. Pada produk 3 ply, 1.000 print tidak menghasilkan 1.000 kelompok dokumen lengkap.

Penulisan kuantitas yang lebih jelas adalah:

1 box berisi 500 set continuous form 4 ply atau total 2.000 print.

Keterangan tersebut membuat tim purchasing dapat membandingkan harga berdasarkan jumlah dokumen lengkap maupun jumlah seluruh lembar.

Untuk penjelasan lebih lanjut, bisa di artikel: Perbedaan print dan set pada kertas continuous form.  

Nyatakan Kebutuhan Kertas Polos atau Pre-Printed

Kebutuhan kertas polos atau pre-printed harus disebutkan sejak awal karena keduanya memerlukan proses penyiapan yang berbeda. Continuous form polos digunakan ketika seluruh informasi dan struktur dokumen dicetak melalui sistem, sedangkan pre-printed form sudah memuat elemen tertentu sebelum data transaksi dicetak.

Elemen pre-printed dapat meliputi:

  • Logo perusahaan.
  • Nama dan alamat perusahaan.
  • Garis tabel.
  • Nama kolom.
  • Judul dokumen.
  • Warna bidang tertentu.
  • Ketentuan pembayaran.
  • Informasi tetap lainnya.

Jika memerlukan format custom, pembeli perlu mengirimkan rincian ukuran, jumlah ply, susunan warna, posisi perforasi, dan desain pre-printed untuk ditinjau oleh penyedia. Ketersediaan setiap bentuk penyesuaian tetap perlu dikonfirmasi sebelum dimasukkan sebagai persyaratan final.

1. Pisahkan Data Tetap dan Data dari Sistem

Data tetap dan data transaksi perlu dipisahkan agar tidak tercetak dua kali atau justru hilang dari dokumen. Data tetap dapat dicetak permanen pada kertas, sedangkan data transaksi dicetak melalui ERP, aplikasi kantor, atau printer dot matrix.

Data tetap dapat berupa logo, nama perusahaan, judul kolom, dan garis tabel. Sementara itu, nomor dokumen, tanggal, identitas pelanggan, jumlah barang, harga, dan nama petugas biasanya berasal dari sistem.

Buat daftar terpisah untuk kedua jenis data tersebut. Setelah itu, lakukan uji cetak untuk memastikan data dari sistem masuk ke kolom yang tepat pada pre-printed form.

2. Lampirkan File dan Contoh Dokumen untuk Pre-Printed Form

File desain dan contoh dokumen perlu dilampirkan karena deskripsi tertulis belum tentu cukup untuk menjelaskan layout pre-printed form. Gunakan desain terbaru yang telah disetujui oleh bagian pengguna.

Lampiran sebaiknya memuat:

  • File desain dengan ukuran sebenarnya.
  • Contoh hasil cetak lama jika tersedia.
  • Spesifikasi warna.
  • Ukuran setiap bidang atau kolom.
  • Elemen yang tidak boleh berubah.
  • Area yang akan diisi oleh sistem.
  • Nomor versi atau tanggal revisi desain.

Nomor versi membantu mencegah vendor menggunakan desain lama ketika terdapat beberapa file dengan nama serupa. Tanyakan pula prosedur proof atau persetujuan desain yang berlaku sebelum pesanan penuh diproses.

Cantumkan Jumlah Pesanan dengan Satuan yang Konsisten

Jumlah pesanan harus ditulis dalam box sekaligus menyebutkan isi yang diharapkan pada setiap box. Hindari mencampurkan satuan box, set, dan print dalam dokumen berbeda tanpa memberikan konversi yang jelas.

Contoh penulisan:

Total pesanan 20 box. Setiap box berisi 500 set continuous form 4 ply atau 2.000 print. Total keseluruhan adalah 10.000 set atau 40.000 print.

Format tersebut membuat jumlah pesanan dapat diperiksa dari tingkat kemasan hingga jumlah lembar fisik.

Jika pengadaan menerapkan toleransi kuantitas, besar toleransinya perlu disebutkan. Apabila jumlah harus sama persis dengan pesanan, nyatakan ketentuan tersebut dalam dokumen spesifikasi atau kriteria penerimaan.

Minta Sampel untuk Pengadaan dalam Jumlah Besar

Sampel perlu diprioritaskan ketika jumlah pesanan besar, spesifikasi menggunakan ukuran khusus, jumlah ply cukup banyak, memakai desain pre-printed, atau produk belum pernah digunakan pada printer perusahaan. Sampel membantu menemukan masalah sebelum seluruh pesanan diproduksi atau dikirim.

Gunakan sampel untuk memeriksa:

  • Kesesuaian lebar dan panjang kertas.
  • Posisi lubang tractor.
  • Kelancaran feeding selama beberapa siklus pencetakan.
  • Kesesuaian posisi perforasi.
  • Kemudahan form dipisahkan.
  • Ketepatan data terhadap layout pre-printed.
  • Keterbacaan hasil cetak pada setiap ply.
  • Konsistensi warna dan urutan lembar.
  • Kesesuaian hasil cetak dengan dokumen yang digunakan sehari-hari.

Tidak semua supplier mempunyai kebijakan sampel yang sama. Tanyakan terlebih dahulu ketersediaan sampel, jumlah yang dapat diuji, biaya jika ada, waktu penyediaan, dan ketentuan pemesanannya.

Hasil pengujian sebaiknya dicatat dan disetujui oleh bagian pengguna. Sampel yang telah disetujui kemudian dapat menjadi salah satu acuan saat barang pesanan diterima.

Tetapkan Kriteria Pemeriksaan Saat Barang Diterima

Kriteria penerimaan perlu dibuat sebelum barang tiba agar tim gudang atau penerima memiliki dasar pemeriksaan yang sama. Barang tidak cukup diperiksa dari jumlah box dan kondisi kemasannya saja.

Kriteria pemeriksaan barang

Periksa beberapa komponen berikut:

  • Nama dan jenis produk.
  • Ukuran lembar awal.
  • Ukuran form setelah dipisahkan.
  • Pembagian FULL, PRS, atau WARTEL/Wartal.
  • Jumlah ply.
  • Warna dan urutan setiap lembar.
  • Posisi perforasi.
  • Posisi dan kondisi lubang tractor.
  • Jumlah set per box.
  • Total print per box.
  • Jumlah box.
  • Kondisi kertas dan kemasan.
  • Kesesuaian desain pre-printed.
  • Hasil uji cetak pada printer pengguna.

Gunakan tiga status pemeriksaan agar hasilnya mudah ditindaklanjuti:

  • Sesuai dengan spesifikasi: Seluruh komponen memenuhi pesanan.
  • Perlu verifikasi: Terdapat informasi atau hasil pemeriksaan yang belum dapat dipastikan.
  • Tidak sesuai dengan spesifikasi: Ditemukan perbedaan yang dapat dibuktikan dari dokumen pesanan atau hasil pemeriksaan.

Jika ditemukan perbedaan, dokumentasikan label kemasan, nomor batch jika tersedia, jumlah sampel yang diperiksa, foto produk, dan hasil penghitungan. Kenali juga tanda-tanda ketidaksesuaian antara informasi pada kemasan dan kertas yang diterima melalui panduan memeriksa jumlah isi continuous form

Susun Spesifikasi dalam Format yang Mudah Dibandingkan

Seluruh informasi perlu ditempatkan dalam satu lembar spesifikasi agar tim purchasing dapat membandingkan penawaran berdasarkan produk yang setara, bukan sekadar harga per box.

Gunakan template berikut sebagai dasar:

Komponen Spesifikasi

Informasi yang Harus Diisi

Fungsi dokumen Nama dokumen, bagian pengguna, dan tujuan pencetakan
Model printer Merek dan model lengkap printer dot matrix
Ukuran Lebar × panjang beserta satuannya
FULL/PRS/WARTEL Format, arah pembagian, dan ukuran form jadi
Jumlah ply Jumlah lapisan dalam setiap set
Urutan warna Warna dari lembar teratas hingga terbawah beserta penerimanya
Jenis perforasi Arah, posisi, jumlah, dan jarak perforasi dari tepi
Jumlah set per box Jumlah kelompok dokumen lengkap dalam satu box
Total print per box Jumlah set dikalikan jumlah ply
Polos/pre-printed Jenis kertas dan rincian elemen cetak permanen
Jumlah box Total box yang dipesan
Kebutuhan sampel Pengujian dan prosedur persetujuan sampel
Kriteria penerimaan Komponen yang diperiksa ketika barang diterima
Catatan tambahan Versi desain, toleransi, jadwal pengiriman, atau kebutuhan lain

Lampirkan template yang sama kepada seluruh vendor. Jika terdapat perubahan spesifikasi, berikan nomor revisi dan kirimkan versi terbaru kepada semua pihak agar penawaran tidak dibuat berdasarkan dokumen yang berbeda.

Hindari Kesalahan saat Menulis Spesifikasi Pengadaan

Kesalahan pengadaan umumnya muncul ketika informasi produk hanya ditulis berdasarkan nama atau kebiasaan pembelian sebelumnya. Sebelum permintaan penawaran dikirim, periksa kembali beberapa kesalahan berikut:

  • Hanya mencantumkan ukuran tanpa dimensi dan satuannya.
  • Menggunakan istilah FULL, PRS, atau WARTEL tanpa menjelaskan pola pembagian.
  • Tidak membedakan ukuran lembar dengan ukuran form jadi.
  • Menentukan ply berdasarkan pesanan lama tanpa memeriksa penerima dokumen.
  • Mencantumkan jumlah ply tanpa urutan warna.
  • Tidak menjelaskan posisi perforasi.
  • Menyamakan set, print, lembar, dan box.
  • Hanya menyebut jumlah box tanpa isi per box.
  • Menggunakan nama atau merek produk tanpa spesifikasi teknis.
  • Tidak mencantumkan model printer.
  • Menganggap semua printer dot matrix mendukung lima ply.
  • Meminta pre-printed form tanpa file desain.
  • Tidak menguji sampel untuk kebutuhan khusus atau pesanan besar.
  • Tidak menetapkan kriteria penerimaan barang.

Dengan menghindari kesalahan tersebut, perbedaan harga dari beberapa vendor dapat dianalisis berdasarkan konfigurasi produk yang sama.

FAQ

Berikut pertanyaan yang sering muncul saat menyusun spesifikasi continuous form untuk kantor, perusahaan, dan instansi.

1. Apakah merek boleh dicantumkan dalam spesifikasi pengadaan?

Pencantuman merek perlu mengikuti kebijakan pengadaan organisasi masing-masing. Terlepas dari boleh atau tidaknya merek ditulis, kebutuhan teknis seperti ukuran, jumlah ply, warna, perforasi, isi per box, dan kompatibilitas printer tetap harus dijelaskan agar produk dapat dievaluasi secara objektif.

2. Apakah jumlah box sudah cukup untuk menunjukkan kuantitas?

Belum. Isi satu box dapat berbeda berdasarkan jumlah ply dan konfigurasi produk. Cantumkan jumlah box, jumlah set per box, jumlah ply, serta total print per box agar kuantitasnya tidak ditafsirkan dengan dasar berbeda.

3. Apa perbedaan 1.000 set dan 1.000 print?

Seribu set berarti terdapat 1.000 kelompok dokumen lengkap. Total print bergantung pada jumlah ply. Sebagai contoh, 1.000 set 3 ply sama dengan 3.000 print. Sementara itu, 1.000 print hanya menunjukkan jumlah seluruh lembar fisik.

4. Apakah semua printer dot matrix mendukung continuous form lima ply?

Tidak. Batas jumlah salinan, ketebalan media, jalur masuk kertas, dan pengaturan printer berbeda pada setiap model. Periksa bagian continuous multipart forms pada manual resmi printer yang digunakan sebelum menentukan jumlah ply.

5. Kapan sampel perlu diminta sebelum pemesanan?

Sampel perlu diprioritaskan ketika volume pesanan besar, menggunakan ukuran atau perforasi khusus, mempunyai banyak ply, memakai pre-printed form, atau produk belum pernah diuji pada printer pengguna. Ketersediaan dan prosedur sampel tetap perlu dikonfirmasi kepada supplier.

Kesimpulan

Jika menggunakan continuous form polos dengan ukuran standar, pastikan spesifikasinya tetap memuat fungsi dokumen, model printer, ukuran, pembagian form, jumlah ply, urutan warna, perforasi, serta isi set dan print per box. Jangan hanya menggunakan nama produk atau ukuran umum sebagai dasar permintaan penawaran.

Jika membutuhkan ukuran khusus atau pre-printed form, tambahkan file desain, ukuran form jadi, posisi perforasi, susunan warna, dan elemen yang akan dicetak permanen. Pastikan pula data tetap sudah dipisahkan dari data transaksi yang berasal dari sistem.

Untuk pengadaan dalam jumlah besar atau produk yang belum pernah digunakan, tanyakan ketersediaan sampel dan lakukan uji feeding, posisi cetak, serta keterbacaan setiap ply. Setelah spesifikasi disepakati, gunakan dokumen yang sama untuk meminta penawaran, menyetujui sampel, dan memeriksa barang ketika diterima.

Pesan Continuous Form Sesuai Kebutuhan Pengadaan

CV Sentosa Indopaper Prima menyediakan continuous form untuk kebutuhan kantor, perusahaan, percetakan, dan instansi, termasuk pilihan custom printed kertas continuous form untuk faktur, nota, surat jalan, invoice, serta dokumen administrasi lainnya. Sampaikan ukuran, jumlah ply, susunan warna, posisi perforasi, model printer, volume pesanan, dan file desain pre-printed agar kebutuhan produk dapat ditinjau sebelum pemesanan.

Pabrik & Gudang
Jl. Raya Mastrip Bogangin No. 23 Surabaya – 60223 Jawa Timur – Indonesia

Jam Kantor
Senin – Jumat 08.00 – 16.00
Sabtu 08.00 – 13.00
Minggu / Hari besar libur

Telepon: 031 767 2777
Whatsapp: 087 7555 99777
Email: [email protected]

Referensi

  1. Epson. (2000, April). Epson LQ-570e product information guide. https://files.support.epson.com/pdf/lq570e/lq570epg.pdf
  2. Epson. (2000, November). Epson LQ-680Pro product information guide. https://files.support.epson.com/pdf/lq680p/lq680ppg.pdf

Artikel ini sudah di review oleh:
Haryo J - CEO of Sentosa Indopaper Prima
Berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri kertas NCR, Continuous Form, Register Roll