Pernah bingung waktu supplier bertanya, "Mau yang 3 ply PRS atau FULL?" atau "Core-nya berapa?" Anda tidak sendirian. Dunia kertas printer punya banyak istilah yang terdengar teknis, padahal maksudnya cukup sederhana begitu dijelaskan.
Halaman ini kami susun sebagai kamus kecil untuk pemilik toko, staf purchasing, admin gudang, sampai bagian keuangan yang setiap hari berurusan dengan struk, nota, dan faktur. Istilahnya kami kelompokkan per topik supaya mudah dicari, dan di setiap istilah ada tautan ke produk atau artikel kami kalau Anda ingin membaca lebih dalam.
1. Jenis-Jenis Kertas Printer
Kalau dirangkum, kertas printer untuk kebutuhan transaksi bisnis terbagi ke tiga keluarga besar: kertas thermal, register roll, dan continuous form. Sisanya adalah variasi bahan atau turunan dari ketiganya.
Kertas Thermal (Thermal Paper)
Disebut juga: kertas struk thermal, kertas kasir thermal, kertas POS
Kertas yang permukaannya dilapisi bahan kimia peka panas. Printer thermal tidak memakai tinta sama sekali. Tulisan muncul karena print head memanaskan titik-titik tertentu di permukaan kertas sampai berubah warna menjadi hitam. Karena praktis dan cepat, kertas ini jadi andalan untuk struk minimarket, kafe, ATM, EDC, tiket antrean, sampai resi marketplace.
Kelemahannya, hasil cetak bisa memudar kalau sering terkena panas, sinar matahari, atau minyak. Jadi untuk dokumen yang harus disimpan bertahun-tahun, biasanya orang memilih jenis lain.
Produk: Kertas Thermal Papergo · Baca juga: Bagaimana cara kerja kertas thermal dan tulisan di kertas thermal bisa tahan berapa lama
Thermal Roll
Kertas thermal yang dikemas dalam bentuk gulungan. Ukurannya ditulis dengan dua angka, misalnya 57 x 48 mm: angka pertama adalah lebar kertas, angka kedua diameter gulungannya. Ukuran 57 mm umum dipakai printer kasir mini dan mesin EDC, sedangkan 80 mm dipakai printer kasir desktop di restoran dan supermarket.
Produk: Thermal Roll 57 x 30 mm, 57 x 40 mm, 57 x 48 mm, 80 x 48 mm, dan 80 x 80 mm · Lihat semua di tabel ukuran kertas thermal Papergo
Kertas Thermal Lipat (Fanfold)
Kertas thermal yang dilipat zig-zag menjadi tumpukan, bukan digulung. Bentuk ini sering dipakai untuk label pengiriman karena tidak melengkung saat keluar dari printer. Masing-masing bentuk punya kelebihan sendiri, tergantung jenis printer dan volume cetak Anda.
Baca juga: Kertas thermal lipat atau roll, mana yang lebih cocok?
Stiker Label Thermal
Kertas thermal dengan lapisan perekat di bagian belakang dan liner (kertas alas) yang bisa dikelupas. Kegunaannya untuk label resi, label harga, label barcode gudang, dan stiker produk. Prinsip cetaknya sama dengan kertas struk thermal, hanya saja bentuknya stiker.
Baca juga: Stiker label thermal, definisi hingga tips memilihnya dan perbandingan kertas label dan kertas thermal
Kertas Register Roll
Disebut juga: roll struk, kertas kasir dot matrix
Kertas struk dalam bentuk gulungan yang dicetak dengan printer dot matrix memakai pita (ribbon), bukan dengan panas. Bahannya bisa kertas buram (CD), HVS, atau NCR yang berlapis. Register roll masih banyak dipakai di SPBU, restoran, apotek, dan bisnis yang butuh salinan struk, misalnya satu untuk pelanggan dan satu untuk dapur atau arsip.
Ukuran yang paling umum adalah lebar 75 mm dengan diameter 60 mm atau 65 mm.
Produk: Register Roll Papergo · Baca juga: Mengapa register roll masih jadi pilihan utama bisnis retail dan ukuran register roll yang paling umum
Kertas Continuous Form
Disebut juga: kertas komputer, kertas tractor, CF
Kertas bersambung yang dilengkapi lubang-lubang kecil di sisi kiri dan kanan, serta garis sobekan (perforasi) di antara tiap lembar. Lubang samping itu digunakan printer dot matrix untuk menarik kertas secara stabil, sehingga ratusan lembar bisa dicetak tanpa perlu dimasukkan satu per satu.
Kertas ini paling sering dipakai untuk faktur, nota penjualan, surat jalan, slip gaji, kwitansi, dan laporan dari sistem ERP atau akuntansi. Kebanyakan continuous form dibuat dari kertas NCR, jadi satu kali cetak langsung menghasilkan beberapa rangkap.
Produk: Continuous Form MultiOffice dan Continuous Form Officenine · Baca juga: Apa itu kertas continuous form dan alasan continuous form masih dibutuhkan di era ERP
Kertas NCR (No Carbon Required)
Disebut juga: kertas carbonless, kertas tanpa karbon
Kertas yang bisa menyalin tulisan atau ketikan ke lembar di bawahnya tanpa perlu kertas karbon. Rahasianya ada di lapisan mikrokapsul tinta di balik lembar atas, yang pecah saat ditekan pulpen atau jarum printer dot matrix, lalu bereaksi dengan lapisan penerima di lembar bawah. Hasilnya lebih bersih, tangan tidak belepotan, dan salinan lebih rapi.
Baca juga: Kertas NCR, apa itu dan mengapa penting, sejarah kertas NCR, serta kelebihan NCR dibanding kertas karbon
Kertas Karbon
Pendahulu kertas NCR. Lembaran tipis berlapis tinta yang diselipkan di antara dua kertas agar tulisan tembus ke lembar bawah. Sekarang sudah jarang dipakai untuk dokumen bisnis karena merepotkan, kotor, dan hasil salinannya sering kurang jelas.
Baca juga: Kertas NCR vs kertas karbon tradisional
Kertas HVS
HVS (Houtvrij Schrijfpapier) artinya kertas tulis bebas serat kayu kasar. Permukaannya putih dan tidak berlapis, sehingga cocok untuk dicetak dengan pita dot matrix. Di dunia kertas transaksi, HVS dipakai untuk register roll 1 ply dan continuous form 1 ply ketika Anda butuh hasil cetak yang lebih putih dan tahan lama dibanding kertas thermal.
Produk: Register Roll 1 Ply HVS · Baca juga: Perbedaan kertas NCR dan HVS untuk faktur
Kertas Buram / CD
Kertas berwarna agak keabu-abuan dengan tekstur lebih kasar karena dibuat dari bahan daur ulang. Inilah pilihan register roll paling hemat untuk struk sekali pakai, misalnya struk parkir atau order dapur yang langsung dibuang setelah pesanan selesai.
Produk: Register Roll 1 Ply Buram (CD) · Baca juga: Keunggulan roll struk kertas buram dibanding thermal paper
Kertas Semicoated
Kertas dengan lapisan tipis di permukaannya, sering dibandingkan dengan kertas thermal karena tampilannya mirip. Bedanya, kertas semicoated tidak bereaksi terhadap panas, jadi tidak bisa dipakai di printer thermal.
Baca juga: Perbedaan kertas thermal vs semicoated
2. Istilah Seputar Kertas NCR
Satu set kertas NCR biasanya terdiri dari beberapa lapis dengan peran berbeda. Kode CB, CFB, dan CF ini sering muncul di spesifikasi, jadi ada baiknya Anda kenali.
CB (Coated Back) / Lembar Atas
Lembar paling atas. Bagian belakangnya dilapisi mikrokapsul tinta. Lembar inilah yang ditulis atau dicetak langsung, dan biasanya jadi lembar asli untuk pelanggan.
CFB (Coated Front and Back) / Lembar Tengah
Lembar tengah yang punya dua lapisan: bagian depan menerima salinan dari lembar atas, bagian belakang meneruskannya ke lembar di bawahnya. Semakin banyak ply, semakin banyak lembar CFB di dalam satu set.
CF (Coated Front) / Lembar Bawah
Lembar terakhir yang hanya punya lapisan penerima di bagian depan. Biasanya dipakai sebagai arsip internal.
Baca juga: Struktur susunan kertas NCR dan bagian-bagian kertas NCR agar tak salah pilih
Warna Lembar NCR
Setiap lembar NCR biasanya punya warna berbeda, misalnya putih, merah muda, kuning, hijau, dan biru. Warna ini bukan sekadar hiasan. Dengan warna, staf langsung tahu lembar mana untuk pelanggan, keuangan, gudang, atau arsip, tanpa perlu membaca kop satu per satu.
Baca juga: Cara mengatur warna lembar NCR agar dokumen tidak salah distribusi
Daya Tembus (Image Transfer)
Seberapa jelas tulisan dari lembar atas tersalin ke lembar paling bawah. Daya tembus dipengaruhi kualitas lapisan kertas, jumlah ply, dan tekanan pulpen atau jarum printer. Menariknya, menekan pulpen lebih keras tidak selalu membuat hasilnya lebih baik.
Baca juga: Menekan pulpen lebih kuat belum tentu membuat NCR tembus sempurna
3. Istilah Seputar Continuous Form
Ply (1 Ply sampai 5 Ply)
Ply adalah jumlah lapisan kertas dalam satu set. Continuous form 1 ply hanya selembar, sedangkan 3 ply berarti satu kali cetak langsung menghasilkan tiga rangkap: misalnya lembar putih untuk pelanggan, merah untuk keuangan, dan kuning untuk arsip. Di katalog kami, kodenya ditulis K-1 Ply sampai K-5 Ply.
Sebagai patokan: 1 ply untuk laporan atau slip internal, 2 sampai 3 ply untuk faktur dan nota penjualan, 4 sampai 5 ply untuk surat jalan yang harus dibagikan ke banyak pihak.
Produk MultiOffice: K-1 Ply, K-2 Ply, K-3 Ply, K-4 Ply, K-5 Ply · Produk Officenine: K-1 Ply, K-2 Ply, K-3 Ply, K-4 Ply, K-5 Ply
FULL
Ukuran continuous form yang paling besar, yaitu 9½ x 11 inch per lembar. Cocok untuk faktur pajak, laporan keuangan, dan dokumen dengan banyak baris item.
Contoh produk: MultiOffice K-3 Ply FULL dan Officenine K-3 Ply FULL
PRS
Ukuran setengah tinggi dari FULL, yaitu 9½ x 11/2 inch (sekitar 9½ x 5½ inch). Pilihan favorit untuk nota penjualan dan kwitansi yang isinya tidak terlalu panjang, sekaligus lebih hemat kertas.
Contoh produk: MultiOffice K-3 Ply PRS dan Officenine K-3 Ply PRS
Wartel
Ukuran paling ringkas, yaitu 9½/2 x 11/2 inch, kira-kira seperempat lembar FULL. Namanya berasal dari zaman warung telepon, ketika ukuran ini dipakai untuk mencetak bukti tagihan pelanggan. Sekarang dipakai untuk bukti pembayaran, tanda terima, atau dokumen pendek lainnya.
Contoh produk: MultiOffice K-3 Ply Wartel dan Officenine K-3 Ply Wartel · Baca juga: Memahami ply, FULL, PRS, dan Wartel
Print dan Set
Dua satuan yang sering bikin salah hitung saat memesan. Sederhananya, set adalah satu rangkaian lembar yang dicetak bersamaan (misalnya 3 lembar untuk 3 ply), sedangkan jumlah print menunjukkan berapa kali Anda bisa mencetak dari satu box. Memahami keduanya membantu Anda memastikan isi box sesuai dengan yang Anda bayar.
Baca juga: Arti print dan set pada continuous form dan ciri continuous form yang isinya tidak sesuai box
Lubang Pin (Tractor Feed Hole)
Deretan lubang bulat kecil di kedua sisi continuous form. Lubang ini "dicengkeram" oleh roda tractor di printer dot matrix supaya kertas berjalan lurus. Kalau lubangnya sering sobek, penyebabnya belum tentu kertas. Bisa juga karena posisi tractor, tegangan kertas, atau jalur keluar yang tersangkut.
Baca juga: Jenis dan fungsi lubang continuous form dan continuous form sering sobek di lubang samping
Perforasi
Garis titik-titik berlubang yang memudahkan kertas disobek rapi, baik di antara tiap lembar maupun di sepanjang sisi lubang pin. Perforasi yang bagus membuat sobekan lurus tanpa merusak isi dokumen.
4. Istilah Seputar Kertas Thermal & Roll
Lebar dan Diameter Roll
Dua angka yang wajib Anda cek sebelum membeli kertas roll. Lebar harus sama persis dengan slot printer (umumnya 57/58 mm atau 80 mm untuk thermal, dan 75/76 mm untuk register roll). Diameter menentukan seberapa panjang kertas dalam satu gulungan, dan harus muat di ruang kertas printer Anda. Roll yang terlalu besar tidak akan bisa ditutup, sedangkan roll yang terlalu kecil membuat Anda lebih sering ganti kertas.
Baca juga: Berbagai macam ukuran kertas thermal
Core (Inti Gulungan)
Tabung kecil di tengah roll, biasanya dari karton atau plastik. Ukuran core yang tidak pas bisa membuat kertas macet atau berputar tidak lancar di mesin kasir, terutama pada printer dengan poros (spindle).
Baca juga: Kenapa ukuran dan core roll sering jadi sumber masalah
Coating (Lapisan Thermal)
Lapisan kimia di permukaan kertas thermal yang berubah warna saat dipanaskan. Ada kertas dengan lapisan standar, ada juga yang punya lapisan pelindung tambahan (top coat) agar lebih tahan gores, air, dan minyak. Kualitas coating sangat menentukan ketajaman hasil cetak dan berapa lama tulisan bertahan.
Baca juga: Salah pilih coating bisa bikin biaya membengkak dan kenapa kertas thermal bisa menghitam sebelum dipakai
Memudar (Fading)
Kondisi ketika tulisan di struk thermal makin lama makin samar, bahkan hilang. Penyebab paling umum adalah panas, cahaya matahari langsung, kelembapan, plastik PVC, dan minyak dari tangan. Cara penyimpanan yang tepat bisa memperpanjang umur struk secara signifikan.
Baca juga: Penyebab struk thermal memudar dan cara mencegahnya
Sisi Cetak
Kertas thermal hanya bisa dicetak di satu sisi, yaitu sisi yang berlapis coating. Kalau gulungan terpasang terbalik, printer akan "mencetak" tapi struk keluar kosong. Cara mengeceknya mudah: gores permukaan kertas dengan kuku. Sisi yang meninggalkan bekas gelap adalah sisi cetak.
Baca juga: Cara tepat memasang kertas thermal dan apakah kertas thermal bisa dicetak bolak-balik?
5. Bahan & Kualitas Kertas
Gramatur (GSM)
Berat kertas dalam gram per meter persegi (g/m² atau gsm). Semakin tinggi angkanya, semakin tebal dan kaku kertasnya. Continuous form NCR umumnya berada di kisaran 50 sampai 55 gsm per lembar, sementara versi HVS bisa 60 sampai 80 gsm. Pada kertas struk, gramatur juga berpengaruh pada keausan print head printer.
Baca juga: Gramatur continuous form dan standar beratnya dan gramasi kertas struk dan dampaknya pada print head
Virgin Pulp
Bahan kertas yang dibuat langsung dari serat kayu baru, bukan hasil daur ulang. Hasilnya kertas lebih putih, lebih halus, dan cetakan terlihat lebih tajam. Cocok untuk dokumen yang dikirim ke pelanggan atau mitra dan ingin terlihat profesional.
Produk: MultiOffice (100% virgin pulp) · Baca juga: Kenapa harus MultiOffice
Recycled Paper (Kertas Daur Ulang)
Kertas yang dibuat dari bahan daur ulang sehingga tidak perlu menebang pohon baru. Warnanya sedikit lebih krem dibanding virgin pulp, tapi tetap nyaman dibaca dan harganya lebih bersahabat. Pilihan yang masuk akal untuk dokumen internal dengan volume besar, sekaligus mendukung bisnis yang lebih ramah lingkungan.
Produk: Officenine (100% recycled paper) · Baca juga: Officenine vs MultiOffice, mana yang tepat? dan kertas eco-friendly untuk bisnis modern
Kertas Non-Brand
Kertas tanpa merek jelas yang biasanya dijual lebih murah. Masalahnya, kualitasnya sering tidak konsisten: panjang roll kurang, coating tidak rata, atau debu kertas yang cepat mengotori print head. Harga per roll memang murah, tapi biaya per struk dan biaya perawatan printer bisa jadi lebih mahal.
Baca juga: Cara membedakan kertas thermal asli dan non-brand dan cara menghitung cost per struk
6. Printer & Teknologi Cetak
Printer Thermal
Printer yang mencetak dengan panas, khusus untuk kertas thermal. Tidak butuh tinta, pita, atau toner, sehingga perawatannya sederhana dan suaranya halus. Ini printer yang Anda temukan di hampir semua kasir modern dan untuk cetak resi online.
Baca juga: Apa itu printer thermal, 5 jenis printer thermal untuk struk kasir, dan cara cetak resi Shopee dengan printer thermal
Printer Dot Matrix
Printer yang mencetak dengan jarum-jarum kecil yang memukul pita tinta ke kertas. Karena ada tekanan fisik, printer ini bisa mencetak beberapa rangkap NCR sekaligus. Itulah alasan dot matrix masih bertahan di kantor, gudang, dan pabrik untuk mencetak continuous form dan register roll.
Baca juga: Kelebihan printer thermal dan dot matrix dan sejarah printer dot matrix
Print Head
Komponen inti printer yang bertugas "menulis" di kertas. Pada printer thermal berupa elemen pemanas, sedangkan pada dot matrix berupa deretan jarum. Print head yang kotor atau aus adalah penyebab umum struk bergaris, buram, atau barcode yang sulit dipindai.
Baca juga: Barcode di struk sulit dipindai? dan tips perawatan printer thermal
Direct Thermal vs Thermal Transfer
Direct thermal mencetak langsung di kertas thermal tanpa pita, seperti printer struk kasir. Thermal transfer memakai pita (ribbon) yang dilelehkan ke permukaan label biasa, sehingga hasilnya lebih awet dan sering dipakai untuk label aset atau label produk jangka panjang.
Ribbon (Pita Printer)
Pita berisi tinta yang dipakai printer dot matrix dan printer thermal transfer. Kertas thermal biasa tidak butuh ribbon sama sekali. Kalau hasil cetak register roll atau continuous form mulai pucat, sering kali yang perlu diganti adalah ribbon-nya, bukan kertasnya.
Baca juga: Apakah printer thermal menggunakan tinta?
POS (Point of Sale)
Sistem kasir yang mencatat transaksi penjualan, biasanya terdiri dari aplikasi, komputer atau tablet, laci uang, pemindai barcode, dan printer struk. Istilah "kertas POS" merujuk pada kertas struk yang dipakai di sistem ini, umumnya kertas thermal.
Baca juga: Peralatan POS yang dibutuhkan bisnis dan panduan memilih kertas POS yang anti boros
7. Pemesanan & Layanan
Custom Order
Pemesanan kertas dengan ukuran, jumlah ply, atau warna lembar yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda, di luar ukuran standar yang tersedia di katalog. Berguna kalau format dokumen dari sistem ERP Anda tidak pas dengan ukuran FULL, PRS, atau Wartel.
Produk: Custom Order Officenine, Custom Order MultiOffice, dan Custom Order Papergo
Preprinted
Kertas yang sudah dicetak lebih dulu dengan desain tetap, seperti logo, kop perusahaan, kolom tabel, nomor seri, atau syarat dan ketentuan. Saat dipakai, printer cukup mengisi datanya saja. Hasilnya dokumen terlihat lebih profesional dan lebih sulit dipalsukan.
Produk: Custom Printed Register Roll / Thermal Papergo, Custom Printed Continuous Form Officenine, dan Custom Printed Continuous Form MultiOffice · Baca juga: Cegah fraud dokumen internal dengan kertas NCR
Spesifikasi Pengadaan
Daftar detail yang ditulis tim purchasing saat memesan kertas. Menulis "continuous form 9½ x 11" saja belum cukup. Idealnya juga mencantumkan jumlah ply, urutan warna, bahan, gramatur, isi per box, dan kebutuhan cetakan khusus, supaya barang yang datang benar-benar sesuai.
Baca juga: Spesifikasi continuous form untuk pengadaan harus memuat hal ini
8. Tabel Perbandingan Singkat
Kalau Anda masih menimbang-nimbang, tabel ini bisa jadi pegangan cepat.
| Aspek | Kertas Thermal | Register Roll | Continuous Form |
|---|---|---|---|
| Printer | Printer thermal | Printer dot matrix (roll) | Printer dot matrix (tractor) |
| Butuh tinta/pita? | Tidak | Ya, ribbon | Ya, ribbon |
| Bisa rangkap? | Tidak | Ya, 2 sampai 3 ply (NCR) | Ya, 1 sampai 5 ply |
| Daya tahan cetakan | Bisa memudar seiring waktu | Lebih tahan lama | Lebih tahan lama |
| Cocok untuk | Struk kasir, EDC, resi, antrean | Struk SPBU, restoran, apotek, order dapur | Faktur, nota, surat jalan, slip gaji, laporan |
| Produk SIP Paper | Papergo Thermal | Papergo Register Roll | MultiOffice & Officenine |
Penjelasan lebih lengkapnya bisa Anda baca di artikel register roll vs kertas thermal dan perbandingan kertas NCR dan thermal.
9. Cara Memilih Jenis Kertas Printer yang Tepat
Daripada langsung melihat harga, coba jawab empat pertanyaan berikut. Biasanya pilihan yang tepat akan kelihatan dengan sendirinya.
- Printer apa yang Anda pakai? Printer thermal hanya bisa memakai kertas thermal. Printer dot matrix bisa memakai register roll atau continuous form, tergantung model dan jalur kertasnya.
- Berapa salinan yang dibutuhkan sekali cetak? Kalau cukup satu untuk pelanggan, kertas thermal atau 1 ply sudah memadai. Kalau perlu salinan untuk keuangan, gudang, atau ekspedisi, pilih NCR 2 sampai 5 ply.
- Berapa lama dokumen harus disimpan? Untuk arsip pajak dan audit yang disimpan bertahun-tahun, hasil cetak pita di continuous form atau register roll HVS/NCR lebih aman dibanding thermal.
- Seperti apa citra yang ingin ditampilkan? Dokumen untuk klien sebaiknya memakai virgin pulp yang lebih putih, sedangkan dokumen internal bervolume besar bisa memakai recycled paper agar lebih hemat.
Masih ragu? Artikel cara menentukan jenis kertas untuk struk, nota, surat jalan, dan arsip membahasnya lebih detail, lengkap dengan contoh per jenis dokumen. Untuk kebutuhan sistem ERP dan akuntansi, Anda juga bisa membaca jenis kertas ideal untuk ERP, akuntansi, dan slip gaji.
10. Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa perbedaan kertas thermal dan register roll?
Kertas thermal mencetak dengan panas tanpa tinta, sehingga praktis dan cepat, tapi tulisannya bisa memudar seiring waktu. Register roll dicetak dengan pita tinta di printer dot matrix. Hasilnya lebih awet dan bisa dibuat rangkap jika memakai bahan NCR. Selengkapnya di artikel register roll vs kertas thermal.
Apakah kertas thermal bisa dipakai di printer biasa?
Tidak. Kertas thermal butuh panas dari print head printer thermal agar tulisan muncul. Printer inkjet atau laser tidak bekerja dengan cara itu, dan panas dari printer laser justru bisa membuat seluruh kertas menghitam. Penjelasannya ada di artikel benarkah kertas thermal kompatibel dengan printer biasa?
Apa beda FULL, PRS, dan Wartel pada continuous form?
Ketiganya adalah ukuran lembar continuous form. FULL berukuran 9½ x 11 inch, PRS setengah tingginya (9½ x 11/2 inch), dan Wartel kira-kira seperempat FULL (9½/2 x 11/2 inch). Pilih berdasarkan panjang isi dokumen yang biasa Anda cetak.
Apa beda continuous form MultiOffice dan Officenine?
MultiOffice memakai bahan 100% virgin pulp sehingga lebih putih dan cetakannya lebih tajam. Officenine memakai bahan 100% recycled paper yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan. Keduanya tersedia dari 1 ply sampai 5 ply dalam ukuran FULL, PRS, dan Wartel. Baca perbandingannya di Officenine vs MultiOffice.
Ukuran kertas thermal apa yang cocok untuk printer kasir saya?
Cek lebar slot printer Anda terlebih dahulu. Printer kasir mini dan EDC biasanya memakai lebar 57/58 mm, sedangkan printer kasir desktop memakai 80 mm. Setelah itu, sesuaikan diameter roll dengan ruang kertas di printer. Lihat pilihan lengkapnya di ukuran kertas thermal Papergo.
Kenapa struk thermal saya cepat pudar?
Biasanya karena terpapar panas, cahaya matahari, kelembapan, atau disimpan bersama plastik dan kertas lain yang mengandung bahan kimia. Kualitas coating kertas juga berpengaruh. Tips lengkapnya ada di artikel cara mencegah struk thermal agar tidak mudah pudar.
Apakah bisa memesan ukuran khusus atau mencetak logo perusahaan?
Bisa. SIP Paper melayani custom order dan preprinted untuk kertas thermal, register roll, maupun continuous form, mulai dari ukuran, jumlah ply, urutan warna lembar, hingga desain kop dan logo. Silakan lihat custom Papergo, custom MultiOffice, atau custom Officenine.
Butuh Bantuan Memilih Kertas untuk Bisnis Anda?
Sejak 2016, SIP Paper melayani kebutuhan kertas thermal, register roll, dan continuous form untuk toko, restoran, kantor, hingga industri di seluruh Indonesia. Ceritakan saja printer dan dokumen yang Anda pakai, tim kami akan bantu mencarikan jenis dan ukuran yang paling pas.
Chat via WhatsApp · Lihat Daftar Produk · Cek Daftar Harga · Kontak Kami